Yanti, Ni Kadek Anggi Riska
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH VOLATILITAS PENJUALAN, ARUS KAS OPERASI, DAN TINGKAT INFLASI TERHADAP PERSISTENSI LABA PERUSAHAAN SUBSEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN PERIODE 2022-2024 Yanti, Ni Kadek Anggi Riska; Werastuti, Desak Nyoman Sri; Purnamawati, I Gusti Ayu
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 2 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/wgswt504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh volatilitas penjualan, arus kas operasi, dan tingkat inflasi terhadap persistensi laba pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022-2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif asosiatif. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling yang menghasilkan 40 perusahaan sampel dengan total observasi awal sebanyak 120 data amatan. Setelah melakukan prosedur data cleaning terhadap data outlier untuk memenuhi uji asumsi klasik, jumlah sampel akhir yang dianalisis adalah sebanyak 105 data amatan. Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volatilitas penjualan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap persistensi laba. Sebaliknya, arus kas operasi terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap persistensi laba. Sementara itu, tingkat inflasi sebagai variabel makroekonomi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap persistensi laba. Kesimpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa perusahaan pada subsektor makanan dan minuman memiliki tingkat resiliensi yang memadai sebagai industri defensif. Stabilitas laba di sektor ini lebih ditentukan oleh efisiensi internal dan fundamental arus kas riil dibandingkan dengan fluktuasi permintaan pasar yang bersifat transitori maupun gejolak inflasi.