Pertanian merupakan sektor vital dalam perekonomian Indonesia, namun menghadapi tantangan serangan hama yang mengurangi hasil panen. Penggunaan pestisida kimia berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan, sehingga diperlukan alternatif ramah lingkungan seperti biopestisida dari asap cair tempurung kelapa. Indonesia menghasilkan 2.754.948 ton kelapa per tahun, tetapi pemanfaatan tempurung kelapa masih terbatas. Tempurung kelapa mengandung lignin, selulosa, dan hemiselulosa yang ideal untuk pirolisis menghasilkan asap cair sebagai biopestisida. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan pendirian pabrik biopestisida kapasitas 3.000 ton/tahun melalui analisis ekonomi melalui analisis kelayakan dan analisis profitabilitas. Analisis yang dilakukan meliputi Total Capital Investment (TCI), Total Production Cost (TPC), serta parameter profitabilitas seperti Rate of Return (ROR), Pay Out Time (POT), Break Even Point (BEP), dan Shut Down Rate (SDR). Hasil analisis menunjukkan TCI sebesar Rp45,8 miliar dengan laba bersih Rp13,6 miliar, ROR 35%, dan POT 2,22 tahun, mengindikasikan kelayakan proyek. Pemanfaatan limbah tempurung kelapa ini tidak hanya mengurangi polusi tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi dan mendukung pertanian berkelanjutan.
Copyrights © 2026