Pada industri pengolahan crude oil, menjaga kinerja perpindahan panas yang optimal sangat penting untuk memastikan efisiensi energi dan kestabilan operasi. Heat exchanger (HE) merupakan komponen penting dalam proses pengolahan crude oil, khususnya pada tahap pemanasan awal sebelum crude oil masuk ke dalam furnace. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja HE-02 tipe shell and tube yang digunakan pada Crude Distillation Atmospheric Unit di PPSDM Migas Cepu serta memberikan rekomendasi untuk pengoptimalan alat berdasarkan hasil analisis yang diperoleh. Evaluasi dilakukan berdasarkan parameter efisiensi perpindahan panas, fouling factor (Rd), dan pressure drop. Hasil analisis menunjukkan bahwa efisiensi perpindahan panas HE-02 hanya mencapai 66,18%, lebih rendah dari standar minimum 80%, dengan nilai Rd sebesar 0,294 hr.ft².°F/Btu yang jauh melebihi batas maksimum 0,005 hr.ft².°F/Btu. Penurunan kinerja ini disebabkan oleh pembentukan kerak dari endapan parafin dan senyawa sulfur dalam crude oil. Meskipun demikian, sistem masih layak secara hidraulik karena pressure drop yang didapatkan sebesar 0,0104 psi di sisi shell dan 0,002567 psi di sisi tube, di mana hal ini sudah di bawah batas maksimal yang diizinkan yaitu 10 psi. Diperlukan tindakan preventif berupa pembersihan rutin dan evaluasi operasional untuk memulihkan performa alat dan menjaga efisiensi proses secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026