Kegiatan simulasi manasik haji merupakan salah satu bentuk pembelajaran praktik yang dapat digunakan dalam mengenalkan konsep ibadah kepada anak usia dini. Pembelajaran yang bersifat konkret dan melibatkan pengalaman langsung dinilai lebih efektif dalam membantu anak memahami materi yang bersifat abstrak, termasuk ibadah haji. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan kegiatan simulasi manasik haji serta melihat pengaruhnya terhadap pemahaman ibadah pada anak usia dini. Kegiatan dilakukan melalui praktik pembelajaran langsung dengan melibatkan anak dalam tahapan manasik haji seperti memakai pakaian ihram, tawaf mengelilingi miniatur Ka’bah, sa’i, wukuf, dan lempar jumrah dalam bentuk simulasi sederhana yang disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi selama kegiatan berlangsung, dokumentasi aktivitas anak, serta refleksi pendidik terhadap proses pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa simulasi manasik haji memberikan dampak positif terhadap pemahaman ibadah anak. Anak terlihat lebih mudah memahami urutan kegiatan ibadah haji, menunjukkan antusiasme yang tinggi, serta aktif berpartisipasi selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, kegiatan simulasi manasik haji dapat menjadi alternatif metode pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai ibadah pada anak usia dini.
Copyrights © 2026