Abstrak Penelitian ini mengkaji bagaimana implementasi GCG mempengaruhi penilaian perusahaan keluarga, yang diukur melalui rasio PBV. Indikator GCG utama yang dianalisis meliputi proporsi komisioner independen, jumlah rapat internal yang diadakan oleh dewan komisaris, frekuensi rapat internal dewan direksi, dan adanya rapat gabungan dewan. Dengan pendekatan kuantitatif, studi ini menggunakan sampling purposif untuk memilih sampelnya. Data sekunder dikumpulkan dari laporan tahunan perusahaan keluarga yang beroperasi di sektor barang konsumen primer dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2023. Prosedur analitis mencakup statistik deskriptif beserta serangkaian uji inferensial, yaitu uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, koefisien determinasi (R²), uji F simultan, dan uji t individu. Hasil menunjukkan bahwa secara kolektif, keempat variabel tata kelola memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap nilai perusahaan. Namun, setelah diteliti lebih lanjut, hanya proporsi komisaris independen yang menunjukkan dampak positif dan signifikan. Di sisi lain, frekuensi rapat dewan komisaris internal, rapat dewan direksi internal, dan rapat gabungan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik dengan penilaian perusahaan. Kata kunci: Good Corporate Governance, Nilai Perusahaan Keluarga, Sektor Barang Konsumen Primer
Copyrights © 2026