Transformasi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, sehingga menuntut siswa menguasai literasi digital dan keterampilan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan dampak pelatihan videografi berbasis smartphone bagi siswa SMAN 15 Garut sebagai upaya penguatan literasi digital. Penelitian mengacu pada teori literasi digital Wan Ng (2012) yang mencakup dimensi teknis, kognitif, dan sosial-emosional, serta menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI yang mengikuti empat sesi pelatihan: pengenalan videografi dasar, praktik pengambilan video, penyuntingan menggunakan aplikasi CapCut dan Kinemaster, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi partisipatif, dan refleksi tertulis. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 50% pada pemahaman teknis, konseptual, dan etika publikasi digital. Skor pre-test rata-rata meningkat dari 56 menjadi 84 pada post-test, dengan kenaikan tertinggi pada aspek etika digital sebesar 59,1%. Siswa mampu menerapkan teknik dasar videografi seperti framing, pencahayaan, dan alur cerita, serta menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, kepercayaan diri, dan kesadaran etis, termasuk penghargaan terhadap hak cipta dan privasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan videografi berbasis smartphone efektif meningkatkan literasi digital secara komprehensif, mencakup keterampilan teknis, kecakapan kognitif, dan kesadaran sosial-emosional. Temuan ini sejalan dengan tuntutan kompetensi 4C dan menunjukkan bahwa smartphone dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang kreatif, terjangkau, dan kontekstual. Oleh karena itu, pelatihan serupa direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam kurikulum atau kegiatan ekstrakurikuler sebagai strategi penguatan literasi digital siswa.
Copyrights © 2025