Penelitian ini membahas strategi komunikasi krisis lembaga pemerintah dalam menghadapi penyebaran hoaks di era digital. Penyebaran informasi palsu yang cepat melalui media sosial menimbulkan tantangan serius bagi pemerintah dalam menjaga kepercayaan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis data sekunder dari berbagai sumber akademik serta laporan resmi pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah menerapkan tiga strategi utama: reaktif, preventif, dan kolaboratif. Strategi reaktif dilakukan melalui klarifikasi cepat dan penyampaian informasi resmi, strategi preventif berfokus pada edukasi serta literasi digital, sementara strategi kolaboratif melibatkan kerja sama dengan media, platform digital, dan masyarakat sipil. Ketiga strategi ini saling melengkapi, meskipun efektivitasnya masih dipengaruhi faktor kepercayaan publik dan konteks politik. Penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi krisis yang holistik, transparan, dan partisipatif guna membangun daya tahan masyarakat terhadap hoaks.
Copyrights © 2025