Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tekanan, kesempatan, rasionalisasi, kemampuan, dan arogansi terhadap mitigasi fraud serta peran Whistleblowing System sebagai variabel moderasi pada auditor internal Inspektorat Provinsi Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 102 responden melalui purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa tekanan dan rasionalisasi berpengaruh negatif signifikan, sedangkan kemampuan berpengaruh positif signifikan terhadap mitigasi fraud. Kesempatan dan arogansi tidak berpengaruh signifikan. Whistleblowing System berpengaruh langsung terhadap mitigasi fraud dan hanya memoderasi hubungan kesempatan terhadap mitigasi fraud. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor individu auditor dan efektivitas sistem pengawasan berperan penting dalam meningkatkan mitigasi fraud di sektor publik.
Copyrights © 2026