Latar belakang dari penelitian ini adalah Ekonomi digital telah mengubah cara Usaha Mikro, Kecil dan Menegah atau UMKM beroperasi dan bersaing. Banyak UMKM yang mulai memanfaatkan media sosial, khususnya Instagram, sebagai platform untuk memasarkan produk mereka. Instagram, dengan lebih dari 1 miliar pengguna aktif, menawarkan peluang besar bagi UMKM untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan penjualan. Permasalahannya adalah hanya 30% UMKM yang menggunakan metrik analitik untuk menilai kinerja pemasaran mereka. Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis pemanfaatan media sosial Instagram untuk meningkatkan penjualan UMKM makanan dan minuman pada era ekonomi digital di Kota Pontianak. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kualitatif, dengan alat pengumpulan data wawacara, dokumentasi dan observasi. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa UMKM makanan dan minuman di Kota Pontianak berada pada fase transisi dalam pemanfaatan Instagram sebagai media promosi, dimana pelaku UMKM memahami bahwa mengadopsi pemasaran secara digital agar dapat memaksimalkan penjualan, namun mereka masih dihadapkan pada tantangan dalam hal mengoptimalisasikan dan menerapkan secara maksimal instagram mereka. Dengan kata lain, meskipun platform seperti Instagram menawarkan peluang signifikan untuk pertumbuhan bisnis, UMKM seringkali belum mampu sepenuhnya memanfaatkan potensi memasarkan secara digital karena kurangnya pemahaman mendalam tentang cara memanfaatkan alat digital secara strategis, keterbatasan pengetahuan untuk mengoperasikan fitur-fitur Instagram, serta hambatan finansial dan sumber daya manusia. Akibatnya, kesenjangan ini menjadi penghalang serius bagi UMKM untuk mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan di pasar yang semakin didominasi oleh kehadiran digital.
Copyrights © 2025