Era digital menghadirkan tantangan signifikan terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penyebab menurunnya motivasi belajar siswa sekolah dasar di era digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain systematic literature review terhadap artikel ilmiah tahun 2014-2024 melalui database Google Scholar, ERIC, ScienceDirect, dan Portal Garuda. Analisis data menggunakan analisis konten dengan pendekatan tematik melalui coding terbuka, coding aksial, dan coding selektif. Hasil penelitian mengidentifikasi dua belas factor utama penyebab penurunan motivasi belajar meliputi paparan berlebihan teknologi digital, instant gratification syndrome, gangguan media sosial dan hiburan digital, rendahnya self-efficacy digital, isolasi sosial digital, kurangnya pengawasan dan bimbingan, kejenuhan digital, ketidak sesuaian metode pembelajaran, kendala teknis infrastruktur, kurangnya relevansi konten digital, gangguan lingkungan belajar, dan penurunan kemampuan regulasi diri. Faktor-faktor tersebut membentuk sistem lingkaran umpan balik kompleks dalam dimensi teknologi, psikologis, sosial, dan pedagogis. Penelitian menyimpulkan bahwa penanganan penurunan motivasi belajar memerlukan pendekatan holistik dan terintegrasi yang melibatkan transformasi paradigm pendidikan menuju pengembangan kebijaksanaan digital. Rekomendasi meliputi pengembangan model pembelajaran hybrid, pelatihan literasi digital guru, edukasi parental control orang tua, revisi kurikulum digital wisdom, dan pengembangan standarnasional teknologi pembelajaran yang mempertimbangkan aspek psikologis dan sosialsiswa.
Copyrights © 2026