Kehamilan merupakan proses fisiologis ketika seorang perempuan mengandung embrio hingga janin di dalam rahim selama kurang lebih sembilan bulan. Pernikahan dini pada ibu hamil berpotensi menyebabkan kebutuhan gizi tidak terpenuhi secara optimal sehingga meningkatkan risiko anemia, Kekurangan Energi Kronis (KEK), perdarahan, serta Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan korelasional. Sampel berjumlah 28 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, dengan instrumen berupa checklist. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,6% ibu hamil menikah pada usia 15–18 tahun dan 46,4% pada usia ≥19 tahun. Kejadian anemia ditemukan pada 50% responden. Uji chi-square menunjukkan nilai p value 0,021 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pernikahan dini dan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini diharapkan menjadi sumber informasi tentang pentingnya pernikahan pada usia matang.
Copyrights © 2026