p-Index From 2021 - 2026
0.835
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medicare
Irayani, Tri
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Pendidikan dan Paritas Ibu dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi KB Suntik di Polindes Tongas Wetan Fitrianingsih; Irayani, Tri; Ekasari, Tutik
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.393

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting terhadap pandangan dan pengetahuan dalam pengambilan keputusan. Seseorang yang memiliki pengetahuan yang luas akan melakukan penilaian terhadap keputusan yang dipilih, salah satunya yakni pemilihan akseptor KB. Menurut WHO, 2020 penggunaan alat kontrasepsi didunia sebesar 87%, dengan pemilihan kontrasepsi hormonal 75% dan 25% non hormonal. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan pendidikan dan paritas dengan pemilihan akseptor KB. Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 50 PUS dengan akseptor KB, menggunakan accidental Sampling. Analisis data menggunakan Chi Square. Berdasarkan uji Chi Square didapatkan hasil yakni pendidikan (p-value 0,000 < 0,05) paritas (p-value 0,000 < 0,05), dengan demikian dapat diputuskan bahwa H0 ditolak yang berarti bahwa terdapat hubungan antara pendidikan dan paritas dengan pemilihan akseptor KB Suntik di Polindes Tongas Wetan. Tingginya jumlah pengguna KB suntik yang hanya berpendidikan tingkat SD menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap pilihan kontrasepsi masih terbatas. Selain itu, faktor biaya menunjukkan keterbatasan akses responden terhadap kontrasepsi yang lebih aman dan ramah tubuh.
Hubungan Pernikahan Dini dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Anyar Kabupaten Probolinggo Rusmayanti, Ana; Sary, Yessy Nur Endah; Irayani, Tri
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.396

Abstract

Kehamilan merupakan proses fisiologis ketika seorang perempuan mengandung embrio hingga janin di dalam rahim selama kurang lebih sembilan bulan. Pernikahan dini pada ibu hamil berpotensi menyebabkan kebutuhan gizi tidak terpenuhi secara optimal sehingga meningkatkan risiko anemia, Kekurangan Energi Kronis (KEK), perdarahan, serta Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan korelasional. Sampel berjumlah 28 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, dengan instrumen berupa checklist. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,6% ibu hamil menikah pada usia 15–18 tahun dan 46,4% pada usia ≥19 tahun. Kejadian anemia ditemukan pada 50% responden. Uji chi-square menunjukkan nilai p value 0,021 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pernikahan dini dan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini diharapkan menjadi sumber informasi tentang pentingnya pernikahan pada usia matang.
Hubungan Penggunaan KB Suntik 3 Bulan dengan Kejadian Keputihan Pada Akseptor KB di Ponkesdes Sariwani Puspitasari, Hanik Eka Ratna; Irayani, Tri; Ekasari, Tutik
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.397

Abstract

Penggunaan kontrasepsi suntik tiga bulan merupakan salah satu metode keluarga berencana hormonal yang paling banyak dipilih di Indonesia karena praktis dan efektif. Namun, penggunaan metode ini dapat menimbulkan efek samping, salah satunya keputihan, yang dapat bersifat fisiologis maupun patologis dan berpotensi mengganggu kesehatan reproduksi apabila tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penggunaan KB suntik tiga bulan dengan kejadian keputihan pada akseptor KB di Ponkesdes Sariwani. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 33 akseptor KB suntik tiga bulan, dengan sampel sebanyak 31 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden yang menggunakan KB suntik ≥6 bulan mengalami keputihan, yaitu sebanyak 23 responden. Uji Chi-square memperoleh nilai p = 0,012 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan KB suntik tiga bulan dengan kejadian keputihan. Oleh karena itu, tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi mengenai efek samping kontrasepsi hormonal dan pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi.
Dukungan Kader Posyandu dengan Minat Ibu Menggunakan KB IUD di Wilayah Kerja Puskesmas Sukapura Trisnawati, Galuh Ika; Irayani, Tri; Ekasari, Tutik
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.422

Abstract

Rendahnya penggunaan kontrasepsi IUD di wilayah kerja Puskesmas Sukapura menjadi salah satu kendala dalam pencapaian program KB jangka panjang. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi adalah dukungan kader posyandu, yang memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan motivasi kepada ibu usia subur. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan kader posyandu dengan minat ibu dalam menggunakan KB IUD, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan metode cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh 58 akseptor KB baru di wilayah kerja Puskesmas Sukapura, dengan pengambilan sampel total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan hampir setengah responden memiliki dukungan kader yang kurang dan minat sedang terhadap KB IUD (22 responden, 37,9%). Uji statistik menunjukkan p = 0,000, artinya terdapat hubungan signifikan antara dukungan kader dengan minat ibu menggunakan KB IUD. Penguatan peran kader sebagai agen edukasi di masyarakat sangat dianjurkan untuk meningkatkan penggunaan kontrasepsi jangka panjang.
Hubungan antara Pernikahan Dini dengan Kesehatan Mental pada Remaja Putri di Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo Arkhandi, Anggia Dwi; Sary, Yessy Nur Endah; Irayani, Tri
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.439

Abstract

Pernikahan dini dapat mempengaruhi kesehatan mental remaja putri karena kurangnya kesiapan psikologis dalam menjalani kehidupan pernikahan yang dapat memicu stres, kecemasan, dan tekanan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pernikahan dini dengan kesehatan mental pada remaja putri di Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri yang menikah dini di Kecamatan Sumberasih dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pernikahan dini dengan kesehatan mental pada remaja putri di Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pernikahan dini berhubungan dengan kondisi kesehatan mental remaja putri sehingga diperlukan peningkatan edukasi kesehatan reproduksi dan kesiapan pernikahan pada remaja untuk mencegah dampak psikologis yang lebih lanjut.