Penggunaan kontrasepsi suntik tiga bulan merupakan salah satu metode keluarga berencana hormonal yang paling banyak dipilih di Indonesia karena praktis dan efektif. Namun, penggunaan metode ini dapat menimbulkan efek samping, salah satunya keputihan, yang dapat bersifat fisiologis maupun patologis dan berpotensi mengganggu kesehatan reproduksi apabila tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penggunaan KB suntik tiga bulan dengan kejadian keputihan pada akseptor KB di Ponkesdes Sariwani. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 33 akseptor KB suntik tiga bulan, dengan sampel sebanyak 31 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden yang menggunakan KB suntik ≥6 bulan mengalami keputihan, yaitu sebanyak 23 responden. Uji Chi-square memperoleh nilai p = 0,012 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan KB suntik tiga bulan dengan kejadian keputihan. Oleh karena itu, tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi mengenai efek samping kontrasepsi hormonal dan pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi.
Copyrights © 2026