Rendahnya penggunaan kontrasepsi IUD di wilayah kerja Puskesmas Sukapura menjadi salah satu kendala dalam pencapaian program KB jangka panjang. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi adalah dukungan kader posyandu, yang memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan motivasi kepada ibu usia subur. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan kader posyandu dengan minat ibu dalam menggunakan KB IUD, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan metode cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh 58 akseptor KB baru di wilayah kerja Puskesmas Sukapura, dengan pengambilan sampel total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan hampir setengah responden memiliki dukungan kader yang kurang dan minat sedang terhadap KB IUD (22 responden, 37,9%). Uji statistik menunjukkan p = 0,000, artinya terdapat hubungan signifikan antara dukungan kader dengan minat ibu menggunakan KB IUD. Penguatan peran kader sebagai agen edukasi di masyarakat sangat dianjurkan untuk meningkatkan penggunaan kontrasepsi jangka panjang.
Copyrights © 2026