Sejarah merupakan konstruksi naratif yang dibentuk oleh relasi kekuasaan dan kepentingan tertentu. Dalam konteks ini, sastra menjadi ruang untuk merepresentasikan sekaligus menggugat narasi sejarah dominan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dekonstruksi narasi sejarah dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori dengan fokus pada representasi era Reformasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks kritis berbasis dekonstruksi yang merujuk pada pemikiran Jacques Derrida serta didukung oleh perspektif wacana dan kekuasaan Michel Foucault. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini merepresentasikan peristiwa sejarah dan membongkar narasi dominan melalui oposisi biner dan kontradiksi internal dalam teks. Relasi antara negara dan rakyat ditampilkan secara tidak stabil, sehingga membuka kemungkinan interpretasi alternatif terhadap makna sejarah. Selain itu, novel ini menghadirkan suara korban kekerasan politik yang selama ini terpinggirkan. Simpulan penelitian menegaskan sastra dapat merefleksikan realitas sosial-politik serta berperan dalam menggoyahkan stabilitas makna sejarah serta membentuk pemahaman yang lebih kritis dan inklusif.
Copyrights © 2026