Seni ornamen Mandailing merupakan warisan budaya visual yang sarat akan nilai estetika, filosofi, dan makna simbolis yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan kepercayaan spiritual. Namun, seiring pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi, eksistensi seni tradisional ini mulai tergeser oleh budaya populer, serta diperparah oleh kurangnya regenerasi pengrajin dan dokumentasi yang memadai. Penelitian penciptaan ini bertujuan untuk mengangkat kembali nilai estetik ornamen Mandailing melalui inovasi media dan teknik, yakni menggunakan kolase berbahan dasar pasir. Metode penciptaan karya melibatkan proses kontemplasi, distorsi, stilasi, dan repetisi bentuk-bentuk alami menjadi motif ornamen yang diterapkan dengan teknik kolase. Penggunaan pasir sebagai media utama dipilih karena keunikannya dalam menghasilkan tekstur kasar dan efek visual timbul yang memperkuat kesan artistik serta dimensi karya. Pendekatan ini mentransformasi ornamen tradisional menjadi karya seni yang lebih kontemporer tanpa menghilangkan esensi budaya aslinya. Hasil dari penciptaan ini menunjukkan bahwa kolase pasir mampu menjadi media alternatif yang adaptif dan menarik bagi generasi muda. Selain berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya dan edukasi, karya ini memiliki potensi ekonomi tinggi dalam sektor industri kreatif dan pariwisata, baik sebagai elemen dekorasi interior maupun cenderamata khas daerah. Melalui inovasi ini, diharapkan identitas budaya Mandailing dapat terus lestari, relevan dengan perkembangan zaman, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal.
Copyrights © 2026