This study aims to analyze the level of gross motor development among early-grade students in the Physical Education, Sports, and Health (PJOK) subject at SD Negeri 1 Banyuning. The study employed a quantitative approach with a descriptive design. The research subjects consisted of 115 students in grades 1–3. The instrument used was the MOBAK (Motorische Basiskompetenzen), which covers two domains: objective motor skills (object movement) and self-motor skills (self movement). Data collection was conducted through performance tests, which were then analyzed using descriptive statistics, including mean, standard deviation, and percentage. The results showed that in the objective motor skills domain, students’ abilities fell into the low to adequate categories, with catching as the highest achievement (62%) and throwing as the lowest (41.5%). Meanwhile, in the self-movement domain, students’ abilities fell into the adequate to good categories, with balance as the highest achievement (73%) and jumping as the lowest (54%). Overall, students’ gross motor development level was in the adequate category. The conclusion of this study indicates that students’ gross motor skills have developed, but not uniformly across all skill aspects. Therefore, more varied and structured physical education instruction is needed to optimally enhance students’ motor development. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat perkembangan motorik kasar siswa kelas awal pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SD Negeri 1 Banyuning. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 115 siswa kelas I–III. Instrumen yang digunakan adalah MOBAK (Motorische Basiskompetenzen) yang mencakup dua domain, yaitu motorik objektif (object movement) dan motorik diri (self movement). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kinerja, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata, standar deviasi, dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada domain motorik objektif, kemampuan siswa berada pada kategori kurang hingga cukup, dengan aspek menangkap sebagai capaian tertinggi (62%) dan melempar sebagai capaian terendah (41,5%). Sementara itu, pada domain motorik diri, kemampuan siswa berada pada kategori cukup hingga baik, dengan keseimbangan sebagai capaian tertinggi (73%) dan melompat sebagai capaian terendah (54%). Secara keseluruhan, tingkat perkembangan motorik kasar siswa berada pada kategori cukup. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar siswa telah berkembang, namun belum merata pada setiap aspek keterampilan. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran PJOK yang lebih variatif dan terstruktur untuk meningkatkan perkembangan motorik siswa secara optimal.
Copyrights © 2026