Pendahuluan: Diabetes melitus (DM) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama pada kelompok lansia. Kondisi ini semakin kompleks pada masyarakat pedesaan akibat keterbatasan akses layanan kesehatan, rendahnya tingkat pendidikan, dan rendahnya pemahaman mengenai pencegahan penyakit. Faktor risiko seperti pola makan tidak sehat, aktivitas fisik rendah, obesitas, dan riwayat keluarga turut memperbesar beban DM pada lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DM pada lansia di wilayah pedesaan Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan epidemiologi analitik. Sebanyak 80 responden lansia berusia ≥60 tahun direkrut dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan pemeriksaan klinis meliputi indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, dan kadar gula darah sewaktu. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji chi-square dan independent t-test. Hasil: Sebanyak 35% responden teridentifikasi menderita DM. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pendidikan (p=0,045), aktivitas fisik (p=0,027), dan riwayat keluarga DM (p=0,002) berhubungan signifikan dengan kejadian DM. Variabel numerik menunjukkan perbedaan signifikan pada umur (p=0,021), IMT (p=0,032), dan tekanan darah (p=0,009) antara kelompok dengan dan tanpa DM. Jenis kelamin tidak berhubungan signifikan dengan status DM (p=0,360). Kesimpulan: Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DM pada lansia di pedesaan meliputi pendidikan, aktivitas fisik, riwayat keluarga, umur, IMT, dan tekanan darah. Temuan ini menegaskan bahwa DM pada lansia pedesaan dipengaruhi oleh faktor biologis dan sosiodemografi.
Copyrights © 2026