Caplak sebagai ektoparasit memiliki berbagai macam inang, serta memiliki peran yang signifikan sebagai vektor penyakit. Caplak menularkan berbagai jenis patogen termasuk bakteri. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi ragam jenis caplak di lingkungan kampus IPB serta mendeteksi bakteri patogen yang terdapat pada caplak. Sampel dikoleksi dengan dua metode, yaitu flagging dan secara langsung pada hewan dengan total waktu tiga bulan. Metode flagging dilakukan di beberapa pekarangan rumput di dalam kampus IPB, seperti pekarangan Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP), Unit Reproduksi dan Rehabilitasi (URR) dan sebagainya. Koleksi caplak dilakukan pada lima titik di area dengan waktu kurang lebih 10 menit pada setiap titik area. Kecepatan koleksi sama dengan kecepatan normal berjalannya manusia biasa dengan ukuran bendera 60 x 90 cm. Koleksi dilakukan sekali dalam dua minggu selama tiga bulan. Metode koleksi langsung pada hewan, dilakukan pada beberapa jenis hewan peliharaan seperti ayam, anjing dan kucing yang berada di dalam kampus IPB dan dilakukan secara manual menggunakan tangan dibantu dengan pinset. Jumlah caplak yang berhasil dikoleksi dalam periode penelitian adalah sebanyak 16, dimana 7 berasal dari metode flagging, dan 9 berasal dari metode koleksi langsung. Caplak hasil koleksi diidentifikasi berdasarkan morfologi kemudian dideteksi terhadap adanya bakteri Rickettsia dan Anaplasma dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Caplak yang berhasil ditemukan dengan flagging yaitu Rhipicephalus (R.) microplus dan R. sanguineus, sedangkan pada hewan ditemukan R. sanguineus dan Haemaphysalis (H.) wellingtoni. Caplak hasil koleksi dengan metode flagging ditemukan di satu lokasi, yaitu URR. Koleksi caplak secara langsung pada hewan, ditemukan 7 caplak pada 2 ekor anjing, dan 2 caplak pada 2 ekor ayam. Hasil deteksi molekular terhadap bakteri Rickettsia dan Anaplasma menunjukkan hasil yang negatif. Sehingga, caplak yang dapat diidentifikasi di dalam lingkungan kampus IPB Dramaga yaitu R. sanguineus, R. microplus, dan H. wellingtoni dimana tidak ada satupun caplak dalam penelitian yang membawa patogen Rickettsia dan Anaplasma.
Copyrights © 2026