Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas pedagogis guru Raudhatul Athfal (RA) melalui pendampingan model pembelajaran naratif sebagai upaya revitalisasi budaya lokal dan integrasi nilai-nilai Islam pada pendidikan anak usia dini. Kegiatan dilaksanakan di RA Al-Muta’alim, Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, yang memiliki kekayaan budaya lokal Sunda namun belum dimanfaatkan secara optimal dalam pembelajaran. Metode pengabdian menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif dan reflektif dengan melibatkan guru secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, meliputi analisis kebutuhan, penguatan konseptual pembelajaran naratif, pelatihan perancangan cerita, pendampingan praktik pembelajaran di kelas, serta refleksi dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, diskusi, dan refleksi guru, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang serta menerapkan pembelajaran naratif yang terstruktur, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan karakter anak. Guru mampu mengintegrasikan budaya lokal Sunda dan nilai-nilai Islam secara alami melalui alur cerita dan karakter tokoh, yang berdampak pada perubahan dinamika pembelajaran menjadi lebih dialogis dan partisipatif. Pengabdian ini menegaskan bahwa pembelajaran naratif berbasis budaya lokal dan nilai Islam merupakan strategi pedagogis yang relevan untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus mendukung revitalisasi budaya lokal pada pendidikan anak usia dini.
Copyrights © 2026