Populasi lanjut usia (lansia) terus meningkat di Indonesia yang disertai dengan peningkatan risiko penyakit degeneratif yang berdampak pada kualitas hidup. Stres oksidatif merupakan salah satu mekanisme kunci dalam proses penuaan dan munculnya penyakit terkait usia. Pangan fungsional, yang mengandung komponen bioaktif antioksidan berpotensi sebagai strategi preventif untuk meningkatkan kesehatan lansia. Namun, pengetahuan lansia mengenai pangan fungsional masih terbatas. Kegiatan edukasi yang dilaksanakan di Kelurahan Tunjung Sekar, Kota Malang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya pangan fungsional bagi lansia, yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan (pemberian pre-test, pembagian leaflet, penyampaian materi, diskusi, dan post-test), serta evaluasi. Materi yang disampaikan berfokus pada definisi, fungsi, manfaat, dan sumber-sumber pangan fungsional untuk kesehatan lansia. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata pengetahuan awal peserta sebesar 60,7. Setelah edukasi, terjadi peningkatan dengan rata-rata post-test menjadi 79,2. Selama kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme dan keingintahuan yang tinggi terhadap materi yang disampaikan. Oleh karena itu edukasi yang terstruktur dan partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pangan fungisonal bagi lansia.
Copyrights © 2026