Kota Tegal menghadapi tantangan pengelolaan sampah yang semakin meningkat, terutama limbah organik yang belum optimal dikelola. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pemanfaatan limbah kompos melalui pemberdayaan di Bank Sampah Mawar Biru. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest satu kelompok. Peserta sebanyak 18 orang mengikuti pretest, kemudian diberikan penyuluhan mengenai pengelolaan limbah organik dan kompos, dilanjutkan posttest pada 16 peserta yang hadir. Data dikumpulkan melalui 21 soal pilihan ganda dan penilaian skala likert, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditandai dengan peningkatan skor dari pretest ke posttest dan fluktuasi nilai yang relatif stabil. Secara umum, program ini berkontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman peserta tentang manfaat dan pengelolaan limbah kompos. Kesimpulan, pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mampu mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Saran, kegiatan serupa perlu dilanjutkan dengan melibatkan lebih banyak masyarakat, serta menambah aspek praktik langsung untuk meningkatkan keberhasilan penerapan pengelolaan limbah organik di masyarakat.
Copyrights © 2026