Remaja Indonesia saat ini tengah mengalami perubahan sosial masyarakat modern yang begitu pesat, dimana terjadi perubahan norma, nilai, dan gaya hidup. Keadaan ini beresiko meningkatkan kerentanan remaja terhadap berbagai macam permasalahan, salah satunya adalah TRIAD Kesehatan Reproduksi Remaja (TRIAD KRR). Pemanfaatan layanan kesehatan reproduksi remaja di Indonesia cenderung rendah. Hal ini menjadi salah satu penyebab rendahnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi remaja. Pondok pesantren berperan penting dalam pembinaan akhlak remaja, namun masih menghadapi tantangan dalam kesehatan reproduksi santri. Keterbatasan akses informasi yang komprehensif dan sesuai nilai keagamaan menyebabkan rendahnya pengetahuan dan sikap santri terhadap perilaku sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas santri Pondok Pesantren Darussalam Dukuhwaluh dalam memahami dan mencegah permasalahan TRIAD. Sasaran kegiatan ini adalah santri remaja usia 15–19 sebanyak 54 santri. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam satu kali pertemuan yang diawali dengan pre-test, dilanjutkan dengan penyampaian materi edukasi TRIAD Kesehatan Reproduksi Remaja (TRIAD KRR), diskusi interaktif, dan post-test. Rerata skor pengetahuan sebelum edukasi sebesar 82,62 meningkat menjadi 95,75 setelah edukasi. Meskipun peningkatan tersebut belum menunjukkan perbedaan yang signifikan, hasil ini mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman santri setelah mengikuti kegiatan edukasi partisipatif. Secara keseluruhan, hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode edukasi partisipatif TRIAD KRR dapat diterapkan dengan baik di lingkungan pondok pesantren dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan santri. Namun demikian, diperlukan pengembangan program edukasi yang dilakukan secara berulang dan berkelanjutan, serta penguatan layanan pendampingan atau konseling kesehatan reproduksi yang ramah santri untuk menghasilkan perubahan pengetahuan dan sikap yang lebih optimal.
Copyrights © 2026