Penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi solusi strategis dalam mengatasi keterbatasan tenaga kerja serta meningkatkan efisiensi pengelolaan budidaya jagung. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menerapkan teknologi mesin traktor tangan dan mesin penanam benih jagung tipe row seeder pada kelompok tani Baji Pa’mae, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi permasalahan mitra, perancangan teknologi, sosialisasi, pelatihan, penerapan, serta pendampingan penggunaan alsintan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil produksi dan durasi panen sebelum dan sesudah penerapan teknologi. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan traktor mempercepat proses penggemburan lahan, mengurangi kebutuhan tenaga kerja, serta meningkatkan efisiensi waktu. Sementara itu, mesin penanam jagung tipe row seeder mampu menjaga jarak tanam lebih seragam, meminimalisasi kelelahan petani, dan mempercepat proses penanaman. Produksi jagung meningkat dari rata-rata 2 kuintal (metode manual) menjadi 3 kuintal (dengan mesin), sedangkan durasi panen berkurang dari 4 bulan menjadi 3 bulan. Kesimpulannya, penerapan alsintan dalam PKM ini terbukti efektif meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya jagung, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani. Saran ke depan, perlu dilakukan pengembangan dan penyempurnaan desain alat, pelatihan berkelanjutan, serta perluasan penerapan teknologi ini pada kelompok tani lain agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Oleh karena itu, Mitra disarankan untuk merawat alsintan secara rutin serta mengoptimalkan penggunaannya melalui kerja sama kelompok agar manfaatnya berkelanjutan.
Copyrights © 2026