Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026

Identifikasi dan Edukasi Adverse Drug Reactions (ADRs) dan Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien PROLANIS Wilayah Puskesmas Tiakar, Kota Payakumbuh

Lucida, Henny (Unknown)
Handayani, Fitri (Unknown)
Nandayasa, Wira Wahyudi (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Mar 2026

Abstract

Peningkatan populasi lansia rentan mengalami polifarmasi, yang secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya Adverse Drug Reactions (ADRs) dan Drug Related Problems (DRPs). Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi dan memetakan masalah terkait obat pada komunitas PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) serta memberikan edukasi untuk meminimalkan risiko tersebut. Kegiatan PkM dilaksanakan pada Jumat, 21 November 2025, di Puskesmas Tiakar, Kota Payakumbuh. Metode yang digunakan adalah survey-based intervention dengan melibatkan 29 anggota PROLANIS. Identifikasi masalah dilakukan melalui wawancara dan pengisian kuesioner yang meliputi data demografi, prevalensi penyakit, profil penggunaan obat, dan keluhan yang mengindikasikan potensi ADR/DRPs. Data diolah secara deskriptif untuk menentukan frekuensi dan persentase. Intervensi berupa penyuluhan dan konseling farmasi klinis yang berbasis kebutuhan. Ditemukan bahwa 27,6% responden mengalami polifarmasi (konsumsi ≥ 5 jenis obat), menunjukkan risiko tinggi DRPs. Komorbiditas paling dominan adalah radang sendi (72,4%) dan maag/gangguan lambung (62,1%). Keluhan dominan yang dilaporkan adalah sakit sendi (44,8%) dan perut kembung (41,4%). Korelasi antara tingginya keluhan perut kembung dan nyeri sendi mengindikasikan DRPs akibat efek samping obat NSAID yang tidak dikelola dengan tepat. Sebanyak 55,2% responden juga mengonsumsi jamu/obat alternatif. Walaupun 69,0% responden mengenal profesi Apoteker, dialog menunjukkan kebutuhan tinggi akan informasi obat yang berimbang dan penatalaksanaan non-farmakologi untuk "hidup bersahabat dengan penyakit." Pasien PROLANIS Puskesmas Tiakar memiliki risiko DRPs yang tinggi akibat polifarmasi dan kurangnya informasi penggunaan obat yang aman. Kegiatan promotif kesehatan dan konseling perlu ditingkatkan. Disarankan integrasi Apoteker dalam kegiatan PROLANIS secara berkelanjutan untuk memberikan pendampingan farmasi klinis yang efektif dalam meminimalkan ADRs dan DRPs. 

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

abdimasgaluh

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Economics, Econometrics & Finance Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Nursing

Description

Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal yang memuat artikel pengabdian kepada masyarakat dari seluruh bidang ilmu. Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat memuat artikel hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari para dosen maupun pengabdi lainnya dari ...