Penelitian ini menganalisis peluang dan tantangan pendaftaran bawang Samosir sebagai Indikasi Geografis (IG), serta dampaknya pada nilai ekspor dan kesejahteraan petani. Metode penelitian meliputi kajian hukum, ekonomi, dan analisis rantai nilai, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bawang Samosir memiliki karakteristik unik yang memenuhi syarat IG, dipengaruhi faktor geografis. Kendala meliputi kelangkaan bibit asli, kurangnya pemahaman hukum, dan hambatan administratif-ekonomi. Pendaftaran IG berpotensi meningkatkan nilai tambah produk, akses pasar ekspor, dan pendapatan petani. Disarankan dukungan aktif pemerintah dan pemangku kepentingan, pelestarian bibit lokal, dan peningkatan kapasitas petani. Bawang Samosir berpotensi menjadi komoditas unggulan yang berkontribusi pada ekonomi daerah.
Copyrights © 2026