Peran Public Relations (PR) di sektor energi semakin strategis dalam membangun legitimasi sosial dan keterlibatan publik di tengah agenda transisi energi global. PT Pertamina (Persero) sebagai BUMN energi nasional tidak hanya berperan sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai komunikator utama kebijakan swasembada energi nasional. Namun, kajian yang menelaah strategi komunikasi korporat melalui pendekatan stakeholder engagement, khususnya yang menyasar generasi muda dan civitas akademika, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi stakeholder engagement PT Pertamina (Persero) melalui program Pertamina Goes To Campus (PGTC) 2025 sebagai upaya komunikasi korporat dalam mendukung swasembada energi nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma postpositivisme. Data dikumpulkan melalui triangulasi sumber, meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terkait pelaksanaan PGTC 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PGTC menerapkan model komunikasi dua arah simetris yang menekankan dialog, kolaborasi, dan co-creation of meaning melalui empat dimensi utama, yaitu talent development, knowledge transfer, collaborative networking, dan public education. Program ini berkontribusi pada peningkatan literasi energi generasi muda serta memperkuat reputasi Pertamina sebagai educator corporation yang berkomitmen pada keberlanjutan energi. PGTC berfungsi sebagai platform strategis dalam membangun hubungan dialogis jangka panjang antara industri energi dan dunia akademik, serta mendorong partisipasi publik dalam agenda swasembada energi nasional. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian public relations strategis dan stakeholder engagement di sektor energi. Secara praktis, temuan penelitian memberikan rujukan bagi perusahaan energi dalam merancang strategi komunikasi berbasis edukasi dan kolaborasi untuk mendukung kebijakan energi nasional.
Copyrights © 2026