Penelitian ini mengidentifikasi strategi respon komunikasi krisis Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam menangani fenomena banjir rob yang terjadi secara berulang. Teori Komunikasi Krisis Situasional (SCCT) digunakan untuk mengidentifikasi jenis strategi respons yang dilakukan oleh Pemkot Semarang pada media CNN Indonesia dan Kompas.com, serta membandingkan pola respons krisis antara periode kepemimpinan tahun 2022 dan 2025. Analisis bersifat deskriptif kuantitatif digunakan dalam analisis 50 artikel berita online. Unit analisis yaitu artikel berita yang termuat dalam media CNN Indonesia dan Kompas.com. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemkot Semarang menggunakan beberapa strategi komunikasi krisis dalam penanganan banjir rob, yakni Scapegoating 5%, Excuse 13%, Justification 9%, Compensation 56,5%, Apology 3%, Reminder 9%, dan Ingratiation 13%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Pemkot Semarang secara dominan menggunakan strategi Kompensasi , baik pada media CNN Indonesia dan Kompas.com. Uji Independent T-Test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam strategi penanggulangan krisis antara periode kepemimpinan tahun 2022 dan 2025. Hasil identifikasi tersebut bahwa pola komunikasi krisis Pemkot Semarang tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Copyrights © 2026