Artikel ini menganalisis Sore: Istri dari Masa Depan dengan menelusuri bagaimana daya afektifnya muncul dari pertemuan antara kerentanan ontologis, tuntutan relasional yang melekat pada praktik care, serta strategi sinematik yang mengestetisasi kerja emosional. Dengan merujuk pada teori relasi-objek Nancy Chodorow, konsep ontologi relasional Judith Butler, gagasan kerja emosional Arlie Russell Hochschild, serta kerangka affective economies dari Sara Ahmed, tulisan ini menunjukkan bahwa kerentanan Sore tidak sekadar berfungsi sebagai perangkat naratif, melainkan sebagai refleksi kondisi relasional manusia yang sekaligus disirkulasikan dan diberi nilai dalam suatu ruang ekonomi rasa. Motif repetisi temporal dibaca sebagai figur dari siklus care yang dituntut untuk terus berlanjut—menunda kehilangan sembari mempertahankan kemungkinan. Dengan demikian, film ini memperlihatkan bagaimana kerentanan dan kerja emosional tidak hanya dialami secara personal, tetapi juga diolah menjadi resonansi afektif yang dapat dikenali, dibagikan, dan dikonsumsi secara kultural.
Copyrights © 2026