Kualitas anggaran daerah menjadi isu strategis dalam pengelolaan keuangan publik seiring tuntutan akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas belanja pemerintah. Meskipun berbagai reformasi penganggaran telah diterapkan, praktik penyusunan anggaran di tingkat daerah masih menghadapi tantangan berupa lemahnya perencanaan berbasis kinerja, keterbatasan partisipasi aparatur, serta mekanisme pengendalian internal yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Reformasi Anggaran, Partisipasi Penyusunan Anggaran, dan Pengendalian Internal terhadap Kualitas Anggaran pada pemerintah daerah di kawasan Danau Toba. Lingkup penelitian mencakup tujuh kabupaten yang mengelilingi Danau Toba, dengan responden terdiri atas kepala OPD, sekretaris OPD, dan kepala bagian program. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan ketiga variabel hanya menjelaskan 6% variasi kualitas anggaran (Adjusted R² = 0,060). Secara parsial, hanya Partisipasi Penyusunan Anggaran yang berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Anggaran (p = 0,048), sementara Reformasi Anggaran dan Pengendalian Internal tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas anggaran lebih ditentukan oleh keterlibatan substantif aparatur dalam proses penganggaran dibandingkan perubahan prosedural atau mekanisme pengendalian formal semata.
Copyrights © 2026