Pembangunan embung merupakan bagian penting dari infrastruktur sumber daya air yang berfungsi sebagai tampungan air untuk irigasi dan pengendalian banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volume galian dan timbunan pada tubuh embung menggunakan metode 3D dan metode potongan penampang, serta menentukan perbandingan interval penampang terhadap panjang embung yang optimal. Studi kasus dilakukan pada proyek pembangunan embung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang dianalisis merupakan data topografi dan desain embung, yang kemudian dihitung volumenya menggunakan metode 3D dan metode potongan penampang. Volume aktual digunakan sebagai acuan untuk menentukan keakuratan hasil perhitungan. Hasil penelitian menunjukkan volume galian menggunakan metode potongan penampang sebesar 4.088,79 m3 (selisih 0,90%), sedangkan volume timbunan sebesar 5.350,55 m3 (selisih 0,86%). Metode pemodelan 3D menghasilkan volume galian sebesar 4.024,42 m3 (selisih 0,68%) dan timbunan sebesar 5.235,23 m3 (selisih 3,00%). Untuk mencapai efisiensi dan akurasi optimal, pekerjaan galian memerlukan perbandingan interval terhadap panjang embung sebesar 1 : 24, sedangkan pekerjaan timbunan cukup pada rasio 1 : 12. Kata Kunci: embung; galian; timbunan; volume aktual.
Copyrights © 2026