Pendampingan kelompok tani dalam pembuatan pupuk kompos dari limbah pertanian merupakan strategi krusial untuk pemulihan lahan pasca banjir. Banjir sering kali menyebabkan tanah menjadi padat, kehilangan unsur hara (tererosi), dan terinfeksi patogen. Kompos membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kegemburan, serta mengembalikan unsur hara yang hilang. Mengurangi ketergantungan kelompok tani pada pupuk kimia yang mahal. Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan dan pendampingan. Agar proses pelatihan dapat terlaksana dengan baik dan mudah dipahami oleh mitra, maka dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu ceramah, diskusi/tanya jawab, dan praktik langsung serta pendampingan. Pengabdian masyarakat dilaksanakan bersama dengan kelompok mitra yaitu Kelompok Tani Desa Lubuk Sidup Kecamatan Sekerak Kabupaten Aceh Tamiang. Dari kegiatan Program Mahasiswa Berdampak yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa UMN Al-Washliyah dapat disimpulkan kegiatan program pendampingan dan pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Limbah Pertanian di Desa Lubuk Sidup Kabupaten Aceh Tamiang telah berjalan sesuai dengan perencanaan. Antusiasme warga dalm kegiatan sosialisasi dan pendampingan membuktikan bahwa warga sekitar membutuhkan teknologi pengolahan limbah pertanian untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Program ini berhasil dalam memotifasi warga untuk memanfaatkan limbah pertanian menjadi kompos yang ditujukan prosentase pree- test yang menjawab “Ya” adalah 17,5% dan “Tidak” 82,5%, namun setelah dilakukan kegiatan pendampingan dan pelatihan dalam pembuatan pupuk kompos presentase pada post-test meningkat yaitu dengan jawaban “Ya” 87% sedangkan “Tidak” 13%. Berdasarkan hasil pree-test dan post-test dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pengalaman dan pengetahuan warga dalam pengolahan limbah pertanian sehingga dapat mempercepat pemulihan lahan pertanian pasca banjir.
Copyrights © 2026