Penelitian ini menganalisis penggunaan al-Itnāb (verbositas retoris) dalam narasi kisah Nabi Musa di dalam Al-Qur’an, dengan pendekatan ilmu balaghah (retorika Arab). Melalui metode analisis konten kualitatif, kajian berfokus pada identifikasi bentuk dan fungsi retoris al-Itnāb dalam ayat-ayat yang memuat kisah Nabi Musa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Itnāb muncul dalam tiga bentuk utama, yaitu pengulangan leksikal (Itnāb al-Tikrār), perincian deskriptif (Itnāb al-Tafṣīl), dan penyebutan untuk makna lain (Itnāb al-Ḏikr al-Murād bi al-Maqṣūd). Bentuk-bentuk tersebut berfungsi untuk menegaskan pesan moral, memperdalam karakterisasi tokoh, serta membangun keterlibatan emosional dan psikologis audiens. Dengan demikian, al-Itnāb dalam kisah Nabi Musa bukan merupakan redundansi bahasa, melainkan strategi retoris yang disengaja untuk memperkuat dampak pedagogis dan naratif kisah Al-Qur’an. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman yang lebih mendalam tentang dimensi kebahasaan dan retoris dalam penafsiran kisah-kisah Al-Qur’an, sekaligus menegaskan keistimewaan stilistika kitab suci tersebut. Kata Kunci: al-Itnāb, narasi Qur’ani, retorika, kisah Nabi Musa, balaghah.
Copyrights © 2026