Perundungan merupakan permasalahan sosial yang sering terjadi di kalangan remaja dan dapat memberikan dampak serius terhadap perkembangan psikologis dan sosial mereka. Masa remaja, yang ditandai dengan pencarian jati diri dan krisis identitas, membuat individu pada tahap ini lebih rentan terhadap tekanan sosial dan perlakuan negatif dari lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang dampak perundungan melalui pendekatan psikoedukatif yang bersifat interaktif dan berbasis kelompok. Psikoedukasi dipilih karena kemampuannya dalam mengubah cara pandang peserta terhadap suatu isu, serta mendorong mereka untuk memahami, merasakan, dan bertindak secara lebih empatik. Kegiatan ini melibatkan berbagai metode seperti pemaparan materi, diskusi kelompok, simulasi peran (role-playing), dan pelatihan keterampilan sosial yang dirancang untuk menumbuhkan empati, meningkatkan pengetahuan, serta membangun keberanian untuk bersikap terhadap perundungan. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan psikoedukatif efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang jenis-jenis perundungan, dampaknya terhadap korban, serta pentingnya peran aktif mereka dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, inklusif, dan suportif.
Copyrights © 2026