World Health Organization (WHO) menyatakan sekitar 300 juta orang di seluruh dunia terjangkit asma. Data menyebutkan sekitar 250.000 dari data jangkitan asma telah mengalami kematian. Mayoritas kematian karena asma ini terjadi pada negara dengan ekonomi rendah-sedang. Kasus asma terus mengalami peningkatan terutama di negara-negara berkembang yang mana dapat terjadi akibat perubahan gaya hidup dan peningkatan polusi udara. Data dari Kementerian Kesehatan RI, (2018) menyampaikan prevalensi asma di Indonesia sebanyak 4,5% dari populasi yaitu sekitar 11.179.032. Penyakit asma yang diderita ini dapat berpengaruh pada disabilitas dan kematian dini, terlebih terjadi pada anak usia 10-14 tahun dan orang tua usia 75-79 tahun. Sedangkan pada selain usia tersebut terjadi lebih banyak yang menunjukkan efek disabilitas. Melihat data yang ada asma termasuk dalam 14 besar penyakit yang menyebabkan disabilitas di seluruh dunia. Asma juga berpengaruh terhadap proses pendidikan di Indonesia dimana anak yang menderita asma susah untuk fokus belajar dikarenakan sesak, batuk, dan juga bersin. Tetapi sampai saat ini pemerintah selalu mengembangkan obat asma yang bisa dibawa kemanapun, sehingga penyakit ini tidak lagi akan menghambat pendidikan anak sekolah dasar, pengetahuan yang baik mengenai asma akan memudahkan bagaimana cara mengatasinya dan teman yang menderita tidak akan di kucilkan, Tujuan dari kegiatan edukasi ini adalah untuk mencetak Pilot Project yang berasal dari anak sekolah dasar untuk tahu cara mencegah asma dan mengobatinya.
Copyrights © 2026