JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Vol. 10 No. 1 (2026): JFMR on March

Analisis Morfologi, Morfometrik, dan Biomassa Lamun Halophila Ovalis di Perairan Pulau Tunda, Banten: Morphological, Morphometric, and Biomass Analysis of Halophila Ovalis Seagrass in the Waters of Tunda Island, Banten

Rochmah, Syifaur (Unknown)
Soleha, Sabrina Rahima (Unknown)
Harahap, Muhammad Hafiz Arkana (Unknown)
Alzahira, Nurya Zahra (Unknown)
Saad, Moch (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Mar 2026

Abstract

Ekosistem lamun berperan penting bagi lingkungan pesisir sebagai habitat, tempat mencari makan, dan penstabil sedimen. Halophila ovalis merupakan jenis lamun yang umum ditemukan di Indonesia, termasuk di Pulau Tunda, Banten. Penelitian ini bertujuan mengkaji kondisi Halophila ovalis melalui analisis morfologi, morfometrik, dan biomassa serta hubungannya dengan kualitas perairan. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 20–21 September 2025 menggunakan metode purposive sampling dengan transek-kuadrat 0,5 × 0,5 m² di tiga stasiun. Data primer, seperti morfologi, morfometrik, dan biomassa, diambil dengan cara mengamati dan mengukur langsung di lapangan. Sementara itu, data sekunder meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO), dan kecerahan, yang diukur menggunakan alat termometer, refraktometer, pH meter, dan DO meter. Hasil menunjukkan adanya variasi kerapatan dan biomassa antarstasiun. Kerapatan tertinggi ditemukan pada Stasiun 1 dan 2 dengan kondisi DO dan pH optimal, sedangkan Stasiun 3 menunjukkan kerapatan rendah akibat DO rendah (3,2 mg/L) dan pH lebih tinggi (8,55). Hal ini menegaskan bahwa DO dan pH merupakan faktor utama yang memengaruhi distribusi dan produktivitas Halophila ovalis di Pulau Tunda. Temuan ini dapat menjadi dasar pengelolaan dan konservasi ekosistem lamun secara berkelanjutan.   Seagrass ecosystems play an important role in coastal environments as habitats, feeding grounds, and sediment stabilizers. Halophila ovalis is a type of seagrass commonly found in Indonesia, including on Tunda Island, Banten. This study aims to assess the condition of Halophila ovalis through morphological, morphometric, and biomass analyses and their relationship to water quality. Data collection was conducted on September 20–21, 2025, using a purposive sampling method with a 0.5 × 0.5 m² quadratic transect at three stations. Primary data, such as morphology, morphometrics, and biomass, were collected through direct observation and measurement in the field. Meanwhile, secondary data included temperature, salinity, pH, dissolved oxygen (DO), and brightness, which were measured using a thermometer, refractometer, pH meter, and DO meter. The results showed variations in density and biomass between stations. The highest densities were found at Stations 1 and 2 with optimal DO and pH conditions, while Station 3 showed low densities due to low DO (3.2 mg/L) and higher pH (8.55). This confirms that DO and pH are the main factors influencing the distribution and productivity of Halophila ovalis on Tunda Island. These findings can form the basis for sustainable management and conservation of seagrass ecosystems.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jfmr

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Engineering Environmental Science

Description

Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. ...