Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi partisipatoris relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Utara dalam fase tanggap darurat bencana banjir di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan tahun 2025, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan relawan dan koordinator MDMC, observasi non-partisipan di posko utama MDMC Sumatera Utara, serta studi dokumentasi berupa laporan situasi dan data kebencanaan. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi partisipatoris relawan MDMC Sumatera Utara berperan strategis dalam proses identifikasi kebutuhan masyarakat terdampak, validasi data lapangan, serta penyesuaian prioritas bantuan melalui komunikasi dua arah dan koordinasi internal. Namun, pelaksanaan komunikasi partisipatoris menghadapi sejumlah hambatan, antara lain keterbatasan akses dan jaringan komunikasi, tekanan waktu dalam situasi darurat, kelelahan relawan, serta perbedaan persepsi kebutuhan antara relawan dan masyarakat terdampak. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi partisipatoris merupakan elemen penting dalam meningkatkan efektivitas respons tanggap darurat dan memperkuat peran relawan sebagai aktor komunikasi strategis dalam manajemen bencana.
Copyrights © 2026