Di Indonesia, praktik crossdressing cosplay masih dianggap tabu oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan crossdressing cosplay berlawanan dengan nilai-nilai agama dan budaya lokal. Namun demikian, kehadiran orang yang melakukan crossdressing cosplay semakin banyak ditemui. Tidak hanya di kota besar, tetapi juga dapat ditemui di kota kabupaten seperti di Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian ini berupaya mengkaji fenomena crossdresser di Purwokerto. Fenomena tersebut merupakan sebuah unjuk penampilan identitas. Cosplay merupakan media eksplorasi identitas diri dan ekspresi seni tanpa batasan gender, ras, agama, dan latar budaya. Menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa fenomena crossdress muncul karena adanya motivasi internal dan eksternal. Motivasi internal dan eksternal ini menjadi pertimbangan untuk mengambil keputusan crossdressing cosplay dalam proses self-indication. Penelitian ini berkontribusi dalam membuka wawasan tentang perkembangan subkultur budaya populer.
Copyrights © 2026