Metal Indonesia
Vol 40, No 1 (2018): Metal Indonesia

PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU TAHAN PROSES PERLAKUAN PANAS TEMPER TERHADAP STURKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PERMUKAAN RIM RODA KERETA API PROTOTIPE HASIL PENGERASAN INDUKSI

Martin Doloksaribu (Balai Besar Logam dan Mesin, Jalan Sangkuriang Nomor 12 Bandung 40135, Jawa Barat, Indonesia)
Sri Bimo Pratomo (Balai Besar Logam dan Mesin, Jalan Sangkuriang Nomor 12 Bandung 40135, Jawa Barat, Indonesia)
Rizal Hanifi (Fakultas Teknik Universitas Singaperbangsa Karawang, Jalan H.S. Ronggowaluyo Teluk Jambe Karawang 41361, Jawa Barat, Indonesia)
Muhamad Yusup Malik Arifin (Fakultas Teknik Universitas Singaperbangsa Karawang, Jalan H.S. Ronggowaluyo Teluk Jambe Karawang 41361, Jawa Barat, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2018

Abstract

Prototipe roda kereta api telah dibuat dengan metode pengecoran gravitasi namun kekerasan permukaan belum memenuhi standar. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kekerasan prototipe roda kereta api agar mencapai nilai kekerasan sesuai standar dengan metode perlakukan panas. Prototipe roda kereta api diberikan perlakuan panas induction hardening (pengerasan induksi) dan didinginkan dengan media air. Prototipe roda kereta api hasil pengerasan induksi diberikan perlakuan panas temper untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan dengan menurunkan kekerasan. Perlakuan panas temper dilakukan pada termperatur 500oC, 600oC dan 700oC dengan waktu tahan selama 1 dan 3 jam. Uji komposisi kimia, uji keras dan pengamatan struktur mikro dilakukan terhadap spesimen prototipe roda kereta api dan roda kereta api impor sebagai pembanding. Hasil uji kekerasan pada spsimen pengerasan induksi pada 900oC adalah 381 HB (41 HRC). Hasil uji kekerasan pada spesimen  perlakuan panas temper adalah 311, 258 dan 243 HB untuk temperatur temper 500oC, 600oC dan 700oC dengan waktu tahan selama 1 jam. Sedangkan hasil uji kekerasan pada spesimen perlakuan panas temper pada temperatur 500oC, 600oC dan 700oC dengan waktu tahan 3 jam adalah 271, 253 dan 237 HB. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan nilai kekerasan roda kereta api impor yaitu 237 HB (21 HRC). Struktur mikro menunjukkan peningkatan fasa ferit dengan meningkatkanya temperatur temper dan waktu tahan. Kekerasan paling besar adalah 311 HB (33 HRC) pada temperatur temper 500oC dengan waktu tahan selama 1 jam.Kata Kunci : ferit, kekerasan, perlakuan panas temper, roda kereta api

Copyrights © 2018