Keberlanjutan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar fundamental bagi perekonomian lokal, namun seringkali terkendala oleh efektivitas program dukungan dan kapasitas internal. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor kritis yang memengaruhi pengembangan UMKM di Desa Toapaya Selatan, Bintan, serta mengevaluasi peran strategis lembaga pemerintah dalam memitigasi tantangan yang ada. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 25 pelaku UMKM yang dipilih secara purposive dan perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM. Data sekunder diperoleh dari dokumentasi terkait. Analisis data dilakukan secara interpretatif menggunakan kerangka SWOT untuk memetakan dinamika internal dan eksternal, yang kemudian menjadi dasar perumusan rekomendasi kebijakan. Hasil penelitian mengidentifikasi adanya diskrepansi antara desain program pemerintah dengan realitas implementasi di lapangan, yang disebabkan oleh keterbatasan sumber daya manusia (SDM) kelembagaan dan akurasi data yang rendah. Dari sisi pelaku usaha, tantangan utama meliputi akses permodalan, tekanan persaingan, dan orientasi kewirausahaan (entrepreneurial mindset) yang masih perlu dikembangkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pengembangan UMKM yang efektif memerlukan sinergi multi-pihak yang melampaui intervensi programatik, serta menekankan pentingnya penguatan kapasitas implementasi kelembagaan dan pemberdayaan internal pelaku usaha.
Copyrights © 2025