Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Prevalensi hipertensi di wilayah ini mencapai 28% pada penduduk dewasa dan 45% pada kelompok lansia. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi gizi dan pelatihan pembuatan tape pisang kepok sebagai alternatif pangan fermentasi fungsional yang ramah bagi penderita hipertensi. Pisang kepok yang melimpah di wilayah ini mengandung kalium sekitar 358 mg per 100 gram yang berperan dalam menurunkan tekanan darah melalui mekanisme natriuresis dan relaksasi vaskuler. Melalui proses fermentasi menggunakan ragi tape, tape pisang kepok mengalami perubahan biokimia yang meningkatkan bioavailabilitas mineral, menghasilkan peptida bioaktif penghambat enzim Angiotensin Converting Enzyme (ACE), serta menghasilkan probiotik alami yang mendukung kesehatan metabolik. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2026 dengan melibatkan 45 peserta yang dibagi dalam 5 kelompok praktik. Hasil program menunjukkan tingkat keberhasilan pelatihan sebesar 100%, antusiasme peserta yang tinggi, serta peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan pisang lokal sebagai pangan fungsional antihipertensi. Program ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang pendekatan non-farmakologis dalam pengelolaan hipertensi sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui pengolahan komoditas lokal bernilai tambah.
Copyrights © 2026