Burnout merupakan fenomena psikososial yang paling sering terjadi dalam lingkungan kerja modern. Burnout tidak hanya berupa kelelahan fisik, tetapi juga mencakup kelelahan mental akibat tekanan kerja yang berlebihan dan tidak seimbang dengan kapasitas individu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman burnout pada karyawan PT XYZ, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Estate Management dan Event Organizer, serta mengevaluasi bagaimana kondisi tersebut dapat memengaruhi kecenderungan turnover intention. Penelitian dilakukan melalui dua wawancara mendalam terhadap karyawan Event & Production (informan V) dan supervisor Operasional (informan N) yang mewakili divisi dengan beban kerja dinamis dan cepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis yang menggali makna subjektif dari pengalaman kerja kedua informan. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi-terstruktur, serta observasi ringan terhadap beban kerja. Kemudian data dianalisis dengan pengkodean tematik untuk menemukan pola dan hubungan antar-tema dalam proses terjadinya burnout. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burnout dipicu oleh beberapa faktor seperti beban kerja berlebih, perubahan instruksi mendadak dari Direksi, frekuensi event yang intens, serta minimnya dukungan pemulihan kerja. Hal ini berdampak pada penurunan motivasi, meningkatnya kesalahan kerja, dan munculnya keinginan untuk berpindah kerja (resign). Temuan ini memberikan masukan bagi perusahaan untuk memperbaiki strategi HRD melalui manajemen beban kerja, komunikasi yang lebih terstruktur, dan penguatan dukungan psikologis karyawan.
Copyrights © 2026