JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports
Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026

Hubungan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (safety culture) dengan penurunan tindakan tidak aman (unsafe action) pada pekerja

Simamora , Esra Dwita (Unknown)
Noerjoedianto, Dwi (Unknown)
Kusmawan, David (Unknown)
Novita, Wilia (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Mar 2026

Abstract

Background: The persistently high number of workplace accidents indicates that unsafe behavior remains a major issue in high-risk industrial sectors, including the rubber processing industry. According to a report by the International Labour Organization (ILO), occupational safety and health (OHS) remains a major challenge. Each year, approximately 2.02 million workers die from work-related diseases, while approximately 321,000 deaths occur due to workplace accidents. Purpose: To analyze the relationship between an OHS culture (safety culture) and a reduction in unsafe acts among workers. Method: The study used a quantitative method with an observational analytical design and a cross-sectional approach. The sample consisted of 58 workers in the dry and wet production divisions. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Chi-Square test. Results: There was a significant relationship between management commitment (p=0.019) and OHS communication (p=0.009) and a reduction in unsafe acts. However, OHS training (p=0.117) and worker participation in OHS (p=0.193) did not show a significant relationship. Conclusion: Not all dimensions of OHS culture are related to a reduction in unsafe acts, so it is important to strengthen a deeper occupational safety culture.   Keywords: Occupational Safety And Health; Safety Culture; Unsafe Action.   Pendahuluan: Angka kecelakaan kerja yang masih tinggi menunjukkan bahwa perilaku tidak aman tetap menjadi persoalan utama pada sektor industri dengan tingkat risiko tinggi, termasuk pada industri pengolahan karet. Berdasarkan laporan International Labour Indonesia (ILO), isu keselamatan dan kesehatan kerja (K3) masih menjadi tantangan besar.Setiap tahunnya, sekitar 2.02 juta pekerja meninggal dunia akibat penyakit yang berkaitan dengan pekerjaan, sedangkan kurang lebih 321.000 kematian terjadi karena kecelakaan kerja. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan budaya K3 (safety culture) dengan penurunan tindakan tidak aman pada pekerja. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 58 pekerja bagian produksi kering dan basah, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara komitmen manajemen (p=0.019) dan komunikasi K3 (p=0.009) dengan penurunan tindakan tidak aman. Namun, pelatihan K3 (p=0.117) dan partisipasi pekerja dalam K3 (p=0.193) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Simpulan: Tidak semua dimensi budaya K3 berhubungan dengan penurunan tindakan tidak aman, sehingga pentingnya penguatan budaya keselamatan kerja yang lebih mendalam.   Kata Kunci: Budaya Keselamatan; Keselamatan dan Kesehatan Kerja; Tindakan Tidak Aman.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

qlt

Publisher

Subject

Health Professions Nursing Public Health

Description

Jurnal penelitian kualitatif di bidang kesehatan berkaitan dengan penjelasan narasi atau cerita di balik suatu fakta atau kejadian. Disamping itu memuat laporan kegiatan penerapan asuhan keperawatan dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua ...