Fenomena penggunaan second account Instagram oleh perempuan Generasi Z menunjukkan dinamika pengungkapan diri (self-disclosure) yang kompleks dan belum banyak dikaji secara lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-esteem terhadap self-disclosure pada perempuan Gen Z pengguna second account Instagram di Karawang. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan populasi perempuan Gen Z berusia 15–28 tahun. Karena jumlah populasi tidak diketahui, penentuan sampel dilakukan menggunakan tabel Isaac & Michael dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga diperoleh 363 responden melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) yang telah diadaptasi oleh Maroqi (2019) dan skala self-disclosure berdasarkan teori Wheeless & Grotz (1976). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana, didahului oleh uji asumsi klasik yaitu uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji linearitas. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa self-esteem berpengaruh positif dan signifikan terhadap self-disclosure (β = 0,479; p < 0,001), dengan kontribusi sebesar 22,9%. Individu dengan self-esteem tinggi cenderung lebih terbuka dalam mengungkapkan informasi pribadi di ruang digital yang dipersepsi aman secara psikologis. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus terhadap second account sebagai ruang ekspresi privat yang belum banyak dikaji, khususnya pada perempuan Gen Z di wilayah semi-urban.
Copyrights © 2026