Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan salah satu gangguan pada lengan tangan akibat penyempitan terowongan karpal, baik akibat edema fasia maupun akibat kelainan pada tulang-tulang kecil tangan sehingga terjadi penekanan terhadap nervus medianus. Gangguan pada saraf ini berhubungan dengan pekerja yang terpapar getaran dalam waktu lama secara berulang. Penelitian pada pekerjaan dengan risiko tinggi pada pergelangan tangan dan tangan melaporkan prevalensi CTS antara 5,6% sampai dengan 15%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh indeks massa tubuh, beban kerja dan gerakan berulang terhadap keluhan carpal tunnel syndrome (CTS) pada pekerja di CV. Subur Makmur Kota Malang. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif. Data akan dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simpel random sampling dengan jumlah sampel 50 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan gerakan berulang berpengaruh terhadap kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dengan nilai signifikansi sebesar < 0,05, dan variabel beban kerja tidak memiliki pengaruh terhadap Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dikarenakan nilai signifikannya > 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa seluruh variabel IMT dan Gerakan Berulang berpengaruh terhadap keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya indeks masa tubuh (IMT), beban kerja dan gerakan berulang. Agar risikonya berkurang sebaiknya perusahaan memberikan waktu istirahat bagi pekerja untuk melakukan peregangan tangan sebelum beraktifitas.
Copyrights © 2025