Penelitian ini menganalisis praktik catfishing yang terjadi dalam film Sweet Bobby: My Catfishing Nightmare dengan menggunakan pendekatan Identity Deception Theory (IDT) untuk menjelaskan komunikasi yang digunakan pelaku dalam mempertahankan identitas palsu di media sosial, dan juga pendekatan semiotika Roland Barthes melalui tiga tingkatan makna, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini mengambil sembilan potongan scene yang dianalisis untuk mengidentifikasi bagaimana tanda-tanda digital digunakan pelaku untuk membentuk identitas palsu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan catfishing terletak pada cara pelaku membangun narasi digital yang meyakinkan, sehingga membuat korban percaya terhadap realitas palsu yang direkayasa. Temuan ini menegaskan bahwa kerentanan korban untuk terkena penipuan bukan disebabkan oleh kurangnya kewaspadaan, tetapi oleh kekuatan tanda dan narasi digital yang mampu mengaburkan batas antara yang asli dan yang palsu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai konstruksi identitas digital, kerentanan penipuan dalam hubungan daring, strategi penipuan identitas menurut IDT dan semiotika, serta pentingnya literasi digital untuk mencegah pemalsuan identitas digital.
Copyrights © 2026