Penelitian ini mengkaji peran desain kemasan produk Kopi Geothermal Coffee Process (GCP) Kamojang sebagai alat komunikasi visual guna memperkuat identitas merek kopi geothermal. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika dari Roland Barthes, yang mencakup aspek denotatif, konotatif, dan mitologis, serta teori citra merek menurut Kotler dan Keller. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan visual kemasan sebelum dan sesudah dilakukan redesign, wawancara semi-terstruktur dengan pengelola, tim desain, dan konsumen, kajian pustaka, serta dokumentasi. Analisis data mengikuti proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian diinterpretasikan dengan analisis semiotika untuk mengidentifikasi arti visual. Hasil analisis selanjutnya digabungkan dengan teori citra merek untuk mengevaluasi kekuatan, keunggulan, dan keunikan asosiasi merek yang telah terbentuk. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemasan yang lama tidak dapat secara jelas merepresentasikan identitas geothermal. Setelah redesign, elemen-elemen visual seperti ilustrasi petani, rumah pengering, gunung Kamojang, warna hijau yang dominan, dan tipe huruf modern menjadi lebih komunikatif dalam menyampaikan nilai keberlanjutan dan inovasi energi terbarukan. Penelitian ini memberikan sumbangan dalam memperkaya kajian semiotika pada desain kemasan yang berkelanjutan, serta memberikan implikasi praktis untuk strategi komunikasi visual yang berbasis pada nilai keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Copyrights © 2026