Salah satu upaya yang dilakukan petani untuk menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen adalah dengan menggunakan pestisida kimia untuk memberantas hama. Namun, seiring berjalannya waktu penggunaan pestisida kimia semakin berlebihan. Mengingat bahwa pestisida kimia merupakan polutan, penggunaannya dapat menyebabkan terbentuknya radikal bebas serta kerusakan organ pada manusia dan hewan yang bukan menjadi sasaran petani. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pestisida kimia dan pestisida organik menyebabkan hanya sedikit petani yang beralih menggunakan pestisida organik untuk mengendalikan hama. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan efektivitas minyak atsiri kulit lemon sebagai biopestisida serta memperoleh komposisi perbandingan bahan dalam pembuatan biopestisida yang dapat diaplikasikan oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan dua jenis variabel, yaitu variabel tetap (volume total benih, konsentrasi Tween, konsentrasi minyak atsiri, jumlah jangkrik, dan waktu pengamatan) serta variabel bebas (konsentrasi benih dan jenis Tween). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada variabel konsentrasi benih sebesar 20% dengan jenis Tween 80 karena menghasilkan persentase kematian jangkrik sebesar 87% serta dapat meminimalkan biaya produksi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan senyawa limonena yang terdapat dalam minyak atsiri kulit lemon dengan perbandingan komposisi konsentrasi benih 20% dan Tween 80 sebagai biopestisida sangat efektif dan memiliki tingkat keberhasilan yang memuaskan.
Copyrights © 2026