Penjadwalan produksi merupakan faktor penting dalam meningkatkan efisiensi operasional perusahaan manufaktur. Kakimoto House sebagai perusahaan manufaktur furnitur di Jepang menghadapi permasalahan penjadwalan produksi akibat variasi produk, fluktuasi permintaan, serta adanya bottleneck pada mesin Line Edge dan Sanding Amplas. Sistem penjadwalan yang digunakan belum mampu meminimalkan makespan secara optimal sehingga berdampak pada meningkatnya idle time dan kurang optimalnya utilisasi mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penjadwalan produksi menggunakan metode Particle Swarm Optimization (PSO) serta membandingkan kinerjanya dengan metode FIFO (First In First Out) dan NEH (Nawaz–Enscore–Ham). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan objek penelitian berupa data waktu proses delapan job pada dua mesin dalam sistem flowshop. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi laporan produksi. Parameter PSO yang digunakan meliputi jumlah populasi 5 partikel, bobot inersia (w) sebesar 0,8, koefisien kognitif (c1) sebesar 1,0, koefisien sosial (c2) sebesar 1,0, serta 500 iterasi. Kriteria evaluasi yang digunakan adalah nilai makespan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode PSO menghasilkan nilai makespan yang lebih kecil dibandingkan metode FIFO dan NEH. PSO mampu memberikan solusi penjadwalan yang lebih optimal karena memiliki kemampuan eksplorasi dan eksploitasi yang baik dalam ruang solusi, sehingga dapat menghindari solusi lokal. Dengan demikian, penerapan PSO pada sistem penjadwalan produksi Kakimoto House terbukti lebih efektif dalam meminimalkan makespan dan meningkatkan efisiensi produksi dibandingkan metode konvensional.
Copyrights © 2026