Harga cabai rawit merah merupakan komoditas pangan yang mengalami fluktuasi dan variasi tinggi antar wilayah, sehingga diperlukan pendekatan yang mampu menangkap karakteristik harga spasial secara luas. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pola distribusi spasial harga cabai rawit merah di Provinsi Jawa Timur, menerapkan metode Universal Kriging untuk memodelkan dan memprediksi harga pada titik-titik koordinat prediksi yang tersusun dalam grid spasial, dan menghasilkan peta prediksi distribusi harga cabai rawit merah. Metode yang digunakan adalah Universal Kriging , dengan mempertimbangkan tren spasial dalam data harga. Analisis dimulai dengan eksplorasi spasial dan pemodelan tren menggunakan tren orde pertama dan kedua, dengan model terbaik yang dipilih berdasarkan kriteria informasi AIC dan BIC. Ketergantungan residu spasial dimodelkan melalui semivariogram eksperimental dan didekati menggunakan model semivariogram teoretis Spherical, Exsponential , dan Gaussian . Pemilihan model semivariogram terbaik dilakukan menggunakan metode LOOCV dengan kriteria RMSE. Semua analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak Python. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga cabai rawit merah memiliki variasi spasial yang tidak homogen di Provinsi Jawa Timur. Model trend orde pertama dan model semivariogram eksponensial memberikan kinerja terbaik berdasarkan nilai RMSE. Penerapan Universal Kriging menghasilkan peta prediksi harga cabai rawit merah yang disajikan sebagai permukaan spasial kontinu, serta peta prediksi yang menunjukkan peningkatan kinerja di daerah yang jauh dari titik pengamatan.
Copyrights © 2026